Beranda / Tak Berkategori / Stasiun Gambir: AHY Turun Gunung Cek Langsung Kesiapan Angkutan Nataru

Stasiun Gambir: AHY Turun Gunung Cek Langsung Kesiapan Angkutan Nataru

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) melakukan kunjungan langsung ke Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, untuk meninjau kesiapan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memastikan bahwa sistem transportasi publik berjalan aman, lancar, dan nyaman, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat di masa libur akhir tahun.

Tujuan Kunjungan AHY Ke Stasiun Gambir

AHY tidak hanya hadir secara simbolis, tetapi melakukan peninjauan lapangan menyeluruh. Tujuannya meliputi:

  • Memastikan kesiapan operasional layanan kereta api yang akan melayani jutaan penumpang selama Nataru.

  • Mengecek pengelolaan arus penumpang di Stasiun Gambir yang di prediksi akan mengalami lonjakan volume signifikan.

  • Meningkatkan koordinasi teknis antara pemerintah dan operator transportasi, terutama PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Selama kunjungan, AHY juga menyapa langsung para penumpang, serta melepas keberangkatan Kereta Api Cakra Buana relasi Gambir–Cirebon–Purwokerto sebagai simbol di mulainya pelayanan Nataru.

Kesiapan Stasiun Gambir Dan Layanan Kereta Api

1. Peningkatan Jumlah Penumpang dan Fasilitas

PT KAI mencatat adanya kenaikan jumlah penumpang hingga sekitar 8,5% di banding periode tahun sebelumnya. Lonjakan ini terjadi berkat meningkatnya permintaan perjalanan kereta api jarak jauh selama libur Nataru.

Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut:

  • Diskon tiket 30% di berlakukan untuk sekitar 1,5 juta tempat duduk untuk mendorong mobilitas masyarakat sekaligus mengurangi tekanan pada moda transportasi lain.

  • KAI juga menambah kapasitas tempat duduk sekitar 3,5 juta kursi, sekaligus meningkatkan frekuensi perjalanan KA.

Okupansi kereta api jarak jauh di laporkan telah mencapai sekitar 83%, dengan prediksi puncak permintaan pada 28 Desember 2025 dan arus balik utama pada 3–4 Januari 2026.

2. Prioritas Keselamatan dan Ketepatan Waktu

Selama kunjungan, AHY menegaskan bahwa keselamatan penumpang adalah prioritas utama. Selain itu, ia juga menekankan dua aspek penting lainnya bagi KAI:

  • Ketepatan waktu (on-time performance) terhadap jadwal keberangkatan dan kedatangan.

  • Kenyamanan pelayanan kepada masyarakat selama perjalanan.

Dalam konferensi pers, AHY juga mengingatkan pentingnya antisipasi faktor cuaca ekstrem, terutama meningkatnya curah hujan yang di prediksi oleh BMKG hingga awal Januari 2026 yang berpotensi memengaruhi operasi kereta api.

3. Posko 24 Jam dan Koordinasi Antisipatif

Untuk memastikan layanan berjalan lancar, KAI telah menyiapkan posko Natal dan Tahun Baru yang aktif 24 jam, siap merespons kebutuhan penumpang kapan pun di perlukan.

Selain itu, antisipasi terhadap jalur rawan bencana, terutama di daerah yang berpotensi banjir seperti Jawa Tengah, menjadi bagian dari koordinasi kesiapsiagaan operasional.

Sinergi Keamanan Dan Transportasi

Tidak hanya kesiapan layanan transportasi, pemerintah bersama aparat keamanan juga melakukan berbagai langkah penunjang keamanan publik di masa Nataru. Misalnya:

  • Pengamanan terpadu di stasiun kereta termasuk Gambir, di lakukan oleh polisi dan pihak terkait sebagai bagian dari operasi keamanan akhir tahun (Operasi Lilin 2025).

  • Puluhan pos keamanan dan layanan masyarakat di siapkan di berbagai titik, termasuk tempat-tempat ibadah dan rute transportasi utama.

Kolaborasi ini bertujuan menjaga agar rangkaian Angkutan Nataru — mulai dari moda darat, kereta api, hingga angkutan lainnya — berjalan aman dan terkendali selama periode puncak liburan.

Dampak Kebijakan Diskon Tiket

Program diskon 30% untuk tiket kereta api terlihat berdampak signifikan dalam meningkatkan minat masyarakat menggunakan transportasi publik. Hal ini juga membantu menekan lonjakan moda transportasi lain, seperti kendaraan pribadi atau bus antar kota, sehingga membantu mengurangi kemacetan di jalan selama era libur panjang.

Kesimpulan

Kunjungan AHY turun gunung ke Stasiun Gambir bukan sekadar simbolis, tetapi mencerminkan komitmen pemerintah dalam kesiapan transportasi menghadapi Natal dan Tahun Baru 2025/2026. Fokus utama dari peninjauan ini adalah memastikan:

  • Kesiapan operasional kereta api dan stasiun untuk melayani lonjakan penumpang.

  • Prioritas keselamatan, ketepatan waktu, dan kenyamanan penumpang.

  • Antisipasi terhadap cuaca ekstrem dan potensi gangguan teknis transportasi.

  • Sinergi antara pemerintah, KAI, dan aparat keamanan untuk menghadirkan layanan publik yang aman dan nyaman selama Natal dan Tahun Baru.

Dengan berbagai langkah dan koordinasi ini, layanan transportasi Nataru di Stasiun Gambir dan jaringan kereta api nasional diharapkan berjalan maksimal serta memberi pengalaman perjalanan yang lebih baik bagi masyarakat.

FAQ

1. Apa arti istilah “turun gunung” dalam konteks ini?
Istilah “turun gunung” di sini bermakna bahwa pejabat tinggi (AHY) turun langsung ke lapangan untuk mengecek kesiapan layanan, bukan secara harfiah naik gunung.

2. Apa yang diperiksa AHY di Stasiun Gambir?
AHY mengecek kesiapan operasional layanan kereta api, pengelolaan arus penumpang, koordinasi teknis antara pemerintah dan operator KAI, serta keamanan dan kenyamanan layanan.

3. Apakah ada peningkatan layanan kereta selama Nataru?
Ya. KAI mencatat peningkatan frekuensi perjalanan sekitar 8,5% dan penambahan kapasitas tempat duduk sekitar 3,5 juta kursi untuk mengakomodasi volume penumpang.

4. Apa fokus utama AHY selama kunjungan?
Prioritas utama adalah keselamatan penumpang, ketepatan waktu perjalanan, dan kenyamanan layanan kereta api selama masa libur.

5. Apa peran diskon tiket dalam periode Nataru?
Diskon tiket 30% diberikan untuk sekitar 1,5 juta tempat duduk kereta api untuk mendorong penggunaan transportasi publik dan mengatasi tekanan permintaan perjalanan di masa libur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *